“Gimana, mbul ?” Bang Don memulai pembicaraan
setelah kira-kira 10 menit lamanya suasana kantor yang hanya berukuran 3x4 M ini senyap.
“Nggak tau nih, bang. Kayaknya
logika gue ketinggian” Jawab gue sembari memperhatikan layar komputer kepunyaan
Bang Don yang dipenuhi oleh kode-kode tak jelas. Bagaikan kode yang kau berikan
padaku selama ini. Cieelah, kok malah baper sih jon.
“Ketinggian? Gimana sih lo ?”
“Yaa, nggak dapet dasarnya gue
bang”
“Lha kan dasarnya cuman gitu-gitu
doang, mbul, belajar lagi lah!!” Balas Bang Don dengan malasnya
Yaa, tak tau kenapa otak gue
benar-benar nggak nyantol dengan kode-kode yang ada di directory project yang
sedang dibuat Bang Don. Beberapa tahun yang lalu, gue sebenarnya sudah
mempelajari sebagian mata kuliah yang berhubungan dengan pemrograman. Sebut
saja, algoritma pemrograman, struktur data, rekayasa perangkat lunak,
pemrograman berbasis objek dan apalagi gue lupa. Lebih tepatnya gue nggak
melanjutkannya lagi.
![]() |
| Programmer idaman mertua thoughtco |
Dari sekian mata kuliah yang
pernah gue pelajari pun, nggak ada satupun otak gue bisa menangkapnya. Payah
emang otak gue nih. Dan dari sekian mata kuliah yang gue sebutkan itu tak
satupun yang nyangkut di predikat C, paling bagus mah gue dapatnya D. Eh, nggak
deng, gue pernah dapet B dari salah satu matkul itu. Apa yaa ? bentar-bentar
gue ingat-ingat dulu deh......
4692 detik kemudian.......
Hmm, gue baru sadar ternyata
emang nggak satupun matkul yang memenuhi standar nilai. Tuh kan, benar-benar
payah nih otak.
Dari kepayahan gue atas banyaknya
bahasa pemrograman itu, gue pun bermaksud untuk memendam dalam-dalam kalau bisa
nggak bakal bisa digali lagi itu mimpi untuk menjadi seorang programer dari
keluarga tukang bakso. Yahh, dulu nih, sedikit curhat ajah, selepas dapat kabar
kalau gue keterima di jurusan ilmu komputer, gue bermaksud punya mimpi untuk
membuat sebuah sistem embedded untuk grobak bakso supaya Bapak gue nggak perlu
repot-repot ndorong gerobak keliling langgananannya.
Hmm, mulia sekali niatmu
nakk.....
Yasudah lah, mungkin Semesta
punya maksud lain buat gue untuk kehidupan lainnya yang lebih bermanfaat bahkan
kalau bisa bermanfaat untuk umat manusia di sekitar gue. Nggak perlu kejauhan
menjadi orang bermanfaat untuk satu nusantara. Cukup dari hal-hal kecil saja
maka waktu akan memberikan dampak yang lebih besar lagi. Eh ehh, kok malah
nglantur gini sih.....
Dari latar belakang yang udah gue
alami ini, gue pun beralih ke hal yang lebih menggairahkan otak gue supaya
nggak perlu lagi banyak-banyak minum paramex. Yaap, gue pun pindah haluan ke
sesuatu yang lebih keren, lebih memunculkan suatu kebanggaan ketika beredar di
khalayak dunia pergulatan internet. Hal itu adalah web design.
Yap, gue pikir itu suatu
keputusan tepat untuk gue berpindah haluan. Meskipun masih akan bertemu ke
hal-hal yang berbau pemrograman seperti yang gue alami saat ini. Oh, Semesta
kenapa hidup gue nggak jauh-jauh dari namanya kode-kode yang nggak jelas
ini.....
“Mbul, sekarang ini dunia udah
beralih ke mobile. Segala aktifitas dunia maya mereka nggak lagi bergantung ke
komputer ataupun laptop. Lo tau aja, barang kecil ini, lebih gampang dibawa
kemana-mana. Sehingga mereka lebih mudah mencari maupun mendapatkan informasi
dimana saja selagi posisi mereka masih terjangkau koneksi internet. Dari hal
itu, sebagai seorang yang bekerja di dunia ini, mereka harus berkembang dan
cepat tanggap mengatasi fenomena ini.”
“Lo ngerti kan saat ini
kebanyakan website ngasih fitur responsivenya ? itu karna traffic pengunjung
lebih banyak dari gadget sekecil ini. Yaa, orang-orang seperti kita ini harus
pandai dan cerdas dalam mengikuti pasar yang sekarang.”
“Gue harap lo bisa belajar, nggak
cuman ngerti aja tapi juga perlu dipahami bahasa ini. Saat ini kita kebanyakan
order, gue sampe kwalahan bikinnya. Jadi, gue mau lo belajar supaya nanti lo
bisa bantu bikin nih aplikasi.”
Dari panjang lebarnya omongan
Bang Don, gue hanya bisa mendengar dan meresapnya ke dalam pikiran gue. Emang
apa yang dia katakan itu benar, sangat benar malahan. Kalo gue hanya berkutat
ke hal-hal yang berbau design buat web ini, kehidupan gue ke depannya nggak
bakal lama. Paling cuman 2 atau 3 tahun lagi gue bakal terkubur dari pesatnya
perkembangan teknologi saat ini.
“Siap grakk Bang Don, gue bakal
belajar lebih keras lagi”
“Jangan ngomong doang, buktiin
ntar ke gue”
Okee siap, Master Bang Don. Gue
bakal melaksanakan nasehat lo, dan ntar gue bakal buktiin kalo kepala gue saat
ini udah mau pecah. Duhh gusti, bantulah otak hamba ini.
“Ada lagi nggak ? Gue mau mandi
nih” Tanya Band Don setelah ruangan yang tak patut disebut kantor itu sempat
sunyi senyap.
“Gue mau Magrib dulu. Ada kan
sajadah di kamar lo ?” Balas gue sambil memainkan kedua tangan ini untuk
menaikkan separuh celana panjang yang gue pakai.
“Bentar gue siapin dulu”
Secara bersamaan dan tak sempat
gandengan tangan layaknya pasangan-pasangan yang sedang menikmati sabtu
malamnya, gue dan Bang Don menyusuri tangga menuju ke lantai 1. Disana gue
mengarahkan badan menuju kamar mandi, sedang Bang Don lebih memilih masuk ke
kamarnya. Syukur badannya nggak ketarik oleh magnet yang gue pasang di
selangkangan gue dan syukur pula gue bisa nyaman bermain-main dengan air mancur
yang muncul secara sengaja dari selangkangan ini.
Ehh kok malah rada porno sih
jon!!!!
Selepasnya gue putuskan buat
pulang, lebih tepatnya menuju angkringan terdekat untuk menikmati sabtu yang
semakin malam ini. Di sebuah angkringan sederhana itu, yang hanya terdapat satu
kursi panjang dan sedang diduduki oleh seorang pemuda yang sedang bimbang dalam
memutuskan pilihannya nanti. Tetap bertarung di dunia ini atau beralih ke hal
lainnya, yaa sebut saja yang sedang gue lakukan di blog gue ini.
Ah, untuk apa dipikirkan secepat
itu, sekarang waktunya gue untuk sendiri bertemankan kopi panas nun pahit ini
beserta sebatang rokok yang sedang dihisap mengikuti irama kehidupan yang telah
gue lalui selama ini. Tak lupa pula, sang empunya angkringan yang penuh canda
tawanya membuat gue lupa bahwa sampai detik ini, gue masih saja melalui sabtu
malam tanpa seorang pendamping.
:fill(FFCC00,1)/about/JavaScript-58acbb8a3df78c345bad32c2.jpg)
0 comments:
Post a Comment