
Masih ingatkah teman-teman dengan kejadian gempa padang 30 september 2009 ? Gempa yang berkekuatan 7,9 Skala Richter itu memakan korban sebanyak 1.117 orang tewas, 1.214 orang luka berat, 1.688 orang luka ringan. Sedangkan 135.448 rumah rusak berat, 65.380 rumah rusak sedang, & 78.604 rumah rusak ringan.
Aku yang saat itu sedang duduk di kelas 2 di salah satu SMP
di Kota Padang juga mengalami kejadian tersebut. Aku merasakan sendiri betapa
dahsyatnya gempa itu dibanding gempa-gempa yang pernah mengguncang Kota Padang
sebelumnya. Syukur, keluargaku utuh dan nggak ada yang menjadi korban.
Hanya
saja gerobak dagangan bapak yang saat itu sedang mengais rezeki jatuh
terguling. Kuah bakso yang ada didalam kaleng seluruhnya tumpah membasahi jalanan
komplek. Bakso-bakso bergelindingan dijalan jadi santapan gratis orang-orang. Gerobak
dagangan mengalami rusak ringan dibagian samping. Yang terpenting kondisi bapak
saat itu baik-baik saja hanya kerugian materi yang kita alami.
“Nggak apa-apa, uang masih bisa dicari. Terpenting keluarga
kita masih utuh.” Ujar Bapak
Yaa, jika diingat-ingat kembali kejadian itu, aku merasa
sedih dan menangis. Terlebih lagi sobatku, kiting, rumahnya hangus terbakar
karena saat kejadian gempa ibuknya sedang memasak lontong. Guncangan gempa yang
begitu keras mengakibatkan periok dan kompor yang apinya masih menyala terbalik
dan api cepat menjalar membakar seluruh isi rumah. Aku bersedih dan berduka
atas apa yang dilanda oleh kiting. Saat itu Aku hanya mampu memberikan semangat
dan secercah harapan kepadanya. Agar tidak berlarut-larut dalam kesedihan.
Yang telah terjadi biarlah terjadi, terpenting saat ini tatap masa depan yang lebih baik lagi.
Banyak bangunan-bangunan bertingkat yang ambruk dan mengalami
rusak berat. Hotel ambacang ambruk hanya
tersisa puing-puing bangunan, balai Kota Padang, gedung bimbingan belajar gamma
yang banyak memakan korban anak-anak yang sedang les, LBA LIA Kota Padang juga
mengalami rusak berat,dan masih banyak lagi.
Gedung adira yang berada sekitar 50 meter dari rumah juga ambruk. Naasnya lagi, ketika gempa mengguncang, para pegawai dan petinggi
kantor sedang rapat tutup buku. Sehingga banyak juga yang menjadi korban dari
reruntuhan gedung tersebut. Ada ibuk-ibuk yang sedang hamil hingga ada juga pengantin
baru. Keluarga korban yang langsung mendatangi tempat kejadian terlihat saling
berpelukan meluapkan tangisan. Aku yang bukan siapa-siapa mereka juga ikut
bersedih betapa Maha Besarnya Sang Pencipta dalam memberikan musibah kepada
Kota kami ini. Hanya dalam 5 menit guncangan gempa memberikan efek yang sangat
luar bisa.
Sepanjang evakuasi korban reruntuhan bangunan adira, banyak
kejadian-kejadian aneh yang dialami oleh BNPB ataupun relawan. Kejadian aneh
itu muncul ketika malam hari tiba. Salah satunya disuatu malam salah seorang
relawan mendengar suara seorang wanita minta tolong dari balik puing-puing
bangunan. Berharap korban tersebut masih hidup, para petugas menelusuri sumber
suara tersebut. Namun, anehnya setelah ditelusuri dan mengangkat puing-puing
reruntuhan nggak ada satupun tanda-tanda korban yang bisa diselamatkan.
Aneh benar-benar aneh
Malam selanjutnya, tetanggaku, bang roni juga mengalami
kejadian serupa. Malam itu dia kencing di belakang mobil yang sedang terparkir
dipinggir jalan kompleks. ketika keenakan kencing, bang roni mendengarkan suara
aneh seorang wanita meminta tolong dan memanggil-manggil nama seseorang. Sontak
bang roni lari terbirit-birit ketakutan mendengar suara itu hingga dia lupa
menutup resleting celananya dan mengembalikan si adik ke posisi semula. Jadi
adiknya bang roni terjuntai-juntai ke kanan dan ke kiri.
Keesokan harinya, bang roni menceritakan kejadian
aneh yang dialaminya semalam. Aku yang menyimak secara seksama ketakutan tapi gelak
tawa timbul gara-gara adiknya bang roni terjuntai-juntai itu. Siang itu Aku
tertawa puas, Aku nggak percaya yang diceritakan bang roni tersebut. Tapi
dibalik gelak tawa itu, Aku sebenarnya menyimpan rasa ketakutan yang melebihi
ketakutannya bang roni.
Malam harinya, Aku nggak bisa tidur pulas. Dalam pikiranku
masih terngiang-ngiang cerita horor bang roni. Aku takut kalo malam ini, suara
hantu itu menghampiriku dan minta tolong. Dengan berbagai usaha dan
upaya, akhirnya Aku tertidur.
Jam menunjukkan pukul 02.00 pagi, Aku secara tiba - tiba terbangun dari tidur. Dari
luar rumah terdengar anjing tetangga menggonggong, suara ayam berkokok, Aku
heran padahal masih jam 2 pagi, angin berhembus kencang. Lalu muncul suara
seorang wanita yang sangat lembut sekali meminta tolong dan memanggil nama
seseorang
“Tolonggg.... Tolonggg... Aniii.... Tolonggg, Anii.....”
Aku merinding DJ, bulu romaku berdiri tapi adikku masih melemas dari balik kancut, ketakutan mendengar suara horor itu. Aku berusaha menutup kedua telinga
dengan kapas, tapi nggak membuahkan hasil. Suara horor wanita itu terus
terdengar diiringi suara gonggongan anjing dan ayam berkokok. Suara itu makin
lama makin terasa berada di dekatku. Sekujur tubuhku merinding, bulu kuduk
berdiri, kali ini adikku ikut-ikutan berdiri. Koq bisa-bisanya ereksi hanya
dari suara horor wanita minta tolong.
Aku berupaya membaca surat-surat pendek, berharap suara itu
menghilang. Syukur, bukannya menghilang, Aku bisa kembali tertidur pulas. Sampai
terbangun lagi di pukul 04.00 pagi menjelang shubuh, suara gonggongan anjing,
ayam berkokok, hembusan angin, lalu suara wanita minta tolong sudah nggak
terdengar.
Dalam hati Aku bersyukur.
Suara adzan shubuh berkumandang, Aku bergegas menuju kamar mandi
untuk mengambil wudhu menunaikan ibadah Shalat Shubuh. Seusai shalat, Aku
menceritakan suara aneh yang ku dengar semalam ke ibuk yang sedang asyik
meracik jamu untuk dagangannya.
“Buk, tadi jam 2. Aku denger suara wanita minta tolong. Ibuk
dengar juga nggak ?” Tanyaku yang masih ketakutan
“enggak”
Singkat, padat dan sangat-sangat jelas, itulah jawaban yang
terlontar dari ibuk. Aku berpikir apa hanya aku yang didatangi suara horor
itu ? lalu aku berjalan kembali menuju kamar menghampiri bapak yang masih
tergeletak.
“Pak, pak. Tadi jam 2, Aku denger suara wanita minta tolong.
Bapak dengar juga nggak ?” tanyaku
“Nggak. Kamu dengar ? eh hati-hati hlo. Biasanya orang yang
sekali didengerin suara horor itu, besok-besok didengerin lagi hlo.” Kata bapak
menakutkan
Bukannya membuat Aku tenang, Bapak malah membuatku semakin
ketakutan.
Hari itu, Aku benar-benar tidak tenang. Dalam pikiranku
masih terngiang-ngiang suara wanita minta tolong itu. Aku menjalani hari itu
dengan ketakutan. Takut jikalau nanti malam dihampiri lagi suara horor itu.
Malam hari telah tiba, Aku bersiap-siap untuk tidur. Sebelum
tidur, aku membaca do’a dan sedikit surat-surat pendek, berharap malam ini aku
bisa tertidur pulas dan tidak terjaga di sepertiga malam. Ekspetasi memang
nggak sesuai realita. Aku lagi-lagi tersentak di jam 2 pagi, dari luar rumah
terdengar suara anjing menggonggong, ayam berkokok, angin berhembus kencang
lalu muncul suara seorang lelaki yang juga minta tolong
“Mass... Tolonggg.... Tolonggg... Tolonggg, aku mass...”
Astagfirullah, suara apa lagi ini batinku ketakutan
Setiap malam dalam seminggu terakhir, aku terus dihampiri
suara-suara horor menakutkan itu. Dari wanita minta tolong sampai bapak-bapak
memanggil nama anaknya. Setiap malam itu juga, Aku terus ketakutan, hari-hari
yang aku jalani tidak tenang. Terus dihantui suara horor itu.
Aku lalu berkonsultasi ke guru agama. Dari curhatan itu, aku
diberi tahu untuk membaca ayat kursi setiap akan tidur. Sontak mulai malam ini aku
mempraktekkan apa yang diberi tahu oleh guru agama itu. Sayang disayang, Aku
masih saja mendengar suara minta tolong itu. Kali ini semakin parah, sepanjang
malam Aku nggak bisa tidur. Yang aku alami malam ini ketakutan, ketakutan, dan
ketakutan. Sepanjang malam Aku terus mendengarkan suara horor bapak-bapak minta
tolong dari luar rumah. Diiringi dengan suara anjing menggonggong, ayam
berkokok, dan angin berhembus kencang.
Suara itu berakhir ketika, seluruh puing-puing reruntuhan
gedung adira itu diangkut dengan truk dibawa ke daerah air pacah. Kini, suara
horor wanita minta tolong nggak lagi terdengar. Hingga Aku dapat kabar kalo
warga air pacah sering mendengar suara-suara minta tolong.
Usut punya usut, ternyata faktor suara horor itu
bergentayangan karena sisa-sisa darah yang masih menempel di puing-puing
bangunan.
Sejak kejadian itupun, Aku nggak berani keluar malam
melewati samping bekas gedung adira itu. Jika lewat sana, Aku selalu meminta
teman atau Bapak untuk menemani. Jujur Aku memang penakut, Aku takut nanti
tiba-tiba sosok hantu menghampiri Aku lalu dia berkata
“Mass... Tolonggg.... Tolonggg... Tolonggg, aku mass...”
