| http://www.otakpenjahat.com/wp-content/uploads/2016/04/penipuan-SMS-Banking.jpg |
Tidak terasa dalam satu dekade terakhir perkembangan teknologi dan informasi semakin
pesat. Hampir setiap elemen kehidupan, kini membutuhkan yang namanya teknologi.
Contohnya saja, dulu kalau ingin berkabar ke orangtua, saudara atau gebetan yang
jauh disana harus berkirim surat. Butuh waktu berhari-hari, supaya surat itu
sampai ke tujuan. Tapi kini apa yang terjadi ? dengan kehebatan yang dimiliki
para ahli IT dunia, komunikasi jarak jauh hanya melalui sebuah perangkat kecil
nun canggih bukan main. Lewat perangkat tersebut, kita bisa telepon-an,
berkirim pesan langsung terkirim ke tujuan tanpa nunggu waktu berhari-hari
lagi, video call-an dimana bisa ngelihat wajah orang yang kita telepon dari
balik layar dan paling kekinian adalah social media yang
dijadikan sarana bebas berkomunikasi dengan makhluk hidup kasat mata ataupun makhluk hidup tak kasat mata.
Namun,
kecanggihan teknologi ini ibaratkan dua sisi mata pisau. Disatu sisi, kemudahan
yang diperoleh bisa dimanfaatkan untuk menyambung tali silaturahmi dengan kawan-kawan
lama atau juga bisa jadi sumber pengetahuan kedua selain buku. Namun disisi
lain bisa menjadi momok menakutkan yaitu kecanggihan ini bisa dimanfaatkan oleh
oknum yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan tindakan penipuan, pemerasan
ataupun pembunuhan.
Sisi
negatif ini bisa jadi teror bagi manusia-manusia labil yang tidak dibekali iman
dan pengetahuan dunia teknologi informasi. Yaa, manusia labil kurang imanlah
yang menjadi sasaran empuk untuk ditipu. Tidak dipungkiri lagi sudah banyak pemberitaan
tentang kejahatan-kejahatan dunia maya yang
memakan korban terutama korban yang kurang iman. Contoh paling hot dijagad
dunia komunikasi Indonesia yaitu pesan :
“Mama minta pulsa”. Awalnya si oknum
penipu mengirim pesan kepada si korban yang isinya :
“Dek, kirimkan mama pulsa 100rb ke nomor 084L4Y53K4L1. Mama lagi di kantor polisi, ketahuan selingkuh dengan tukang bakso komplek sebelah di hotel melati. Ini pake telpon nya pak polisi, jangan ditelpon dulu yaa. PENTING !!”
Syukur,
si “Mama minta pulsa” benar-benar dikantor polisi jadi tersangka penipuan. Dan
dari info yang didapatkan, dari sms “Mama minta pulsa” ini si oknum sudah
meraup keuntungan ratusan juta rupiah. Sejenak, aku berpikir betapa bodoh dan
labilnya orang-orang yang terjerat jebakan tersebut dan dengan ikhlasnya
mengirimkan pulsa ke penipu itu.
Ada satu lagi tindakan penipuan yang korbannya kali ini adalah Ibuku dan setelah itu disusul oleh tante. Modus penipuan yang dialami oleh ibu dan tante aku ini hampir-hampir mirip tapi beda topik. Mungkin saja mereka berasal dari satu Clan.
Ibuk ditelpon oleh oknum penipu kalau aku lagi kantor polisi gara-gara ketahuan membawa sekantong plastik yang isinya ganja. Sedangkan tante ditelpon juga oleh tuh oknum kalo keponakannya dipenjara karena menabrak seorang nenek paruh baya sampe meninggal. Dan ending dari penipuan itu, si oknum meminta uang tebusan yang nominalnya tidak realistis buat ukuran ekonomi keluarga kami.
Ada satu lagi tindakan penipuan yang korbannya kali ini adalah Ibuku dan setelah itu disusul oleh tante. Modus penipuan yang dialami oleh ibu dan tante aku ini hampir-hampir mirip tapi beda topik. Mungkin saja mereka berasal dari satu Clan.
Ibuk ditelpon oleh oknum penipu kalau aku lagi kantor polisi gara-gara ketahuan membawa sekantong plastik yang isinya ganja. Sedangkan tante ditelpon juga oleh tuh oknum kalo keponakannya dipenjara karena menabrak seorang nenek paruh baya sampe meninggal. Dan ending dari penipuan itu, si oknum meminta uang tebusan yang nominalnya tidak realistis buat ukuran ekonomi keluarga kami.
Berikut
detail percakapannya antara penipu dengan Ibuk :
Penipu : Hallo selamat malam
Ibuk : Hallo juga selamat malam
Penipu : Dengan ibu siapa ? Nama anaknya ?
Ibuk : Sadikem, anak saya Jeki Purnomo kuliahnya di
semarang
Penipu : Begini buk, kami dari pihak kepolisian mengabarkan
bahwa anak ibu yang namanya Jeki Purnomo sedang berada di kantor polisi
karena ketahuan membawa sekantong plastik ganja. Dan sekarang dia sedang
diintrograsi.
Ibuk : Astagfirullah nak. Beneran itu pakk ? *Panik
Penipu : Iyaa buk, kronologinya tadi sore saat kami
melakukan operasi zebra serentak se alam semesta. Anak ibu dan rekannya lewat
jalan tersebut, dan dengan sigapnya kami memberhentikan mereka. Sembari
memeriksa kelengkapan surat-surat kendaraan motor anak ibu, terlihat oleh kami
kantong plastik yang isinya mencurigakan. Sontak kami ambil dan benar isinya
itu ganja bukan gorengan. So, langsung kami bawa mereka ke kantor polisi
Ibuk : Nggak mungkin itu Pak, anak saya itu rajin sholat imannya kuat dan nggak neko2 *Masih nggak percaya dan makin panik.
Penipu : Kalo tidak percaya. Kami beri telepon ini ke anak
ibu
*Terdengar suara bocah mimisan meminta tolong ke ibu gue
Ibuk : Astagfirullah le, Kamu kenapa le ? koq bisa begini ? *Sambil menangis
Penipu : Baik bu, kami akan memberikan toleransi kepada ibuk dan anak ibuk. Kami tidak akan mempenjarakannya tapi kami hanya minta sejumlah uang agar anak ibuk bebas. Nominalnya nggak banyak, cukup beri kami uang senilai 500 Juta Rupiah.
Untungnya saat meminta uang tebusan , bapak pulang kerja. Beliau mendengarkan percakapan antara ibuk dan si penipu dan langsung mematikan panggilan tersebut karna tahu kalau itu hanyalah kedok penipuan semata. Sedangkan ibuk masih panik bukan main dan seperti ingin pingsan.
Untuk memastikan kalau aku tidak terkait dengan jaringan narkoba, bapak bergegas menghubungiku yang memang lagi di semarang menuntut si ilmu. Aku angkat telponnya, terdengar suara ibu yang masih panik dan menangis. Beliau mengabarkan kejadian yang barusan ibuk alami. Sontak aku ketawa-ketawa kecil, dan memastikan kepada kedua orang tua kalau aku baik-baik saja dan itu tidak benar terjadi. Namun, aku juga memikirkan kondisi psikis yang dialami ibuk barusan. Ibuk benar-benar panik nggak karuan, down, stress dan mengkhawatirkan keadaanku. Sedangkan aku saat itu sedang asyik main PES 2013 bareng teman kos-an. Dari balik percakapan itu, aku memberi tahu kepada ibuk kalau ada orang yang telepon seperti itu lagi dengan maksud ingin menipu jangan diladeni kecuali itu benar-benar dari pihak berwajib.
Selang beberapa tahun kemudian kejadian serupa kembali terjadi namun kali ini korbannya tante. Entah tidak belajar dari pengalaman yang telah terjadi sebelumnya atau sudah terlanjur terhipnosis oleh si pelaku. Tante pun mengalami hal seperti yang ibuk alami sebelumnya. Panik, sedih, menangis dan hampir pingsan. Bedanya bukan anak kandung yang jadi bahan topik utama tapi keponakannya yang di Malang. Aku nggak tahu bagaimana detail kronologinya karena aku tahu info tersebut dari anaknya tante sendiri. Dari info yang diterima, si penipu mengabarkan bahwa keponankan tante yang di Malang itu dipenjara karena menabrak nenek-nenk paruh baya hingga tewas.
Nah, dari kejadian yang telah dialami oleh orang-orang terdekatku, dapat disimpulkan bahwa penipuan itu selalu terjadi dimana-dimana dan nggak kenal status, jumlah followers, jumlah like dan miskin atau kaya. Semua dilibas habis oleh si oknum penipu selama itu menguntungkannya. Tinggal bagaimana kita menyikapi tindakan penipuan itu jikalau kita sendiri yang mengalaminya. Kalau kita amat lemah dan gampang dipengaruhi, maka dengan mudahnya si oknum penipu melancarkan aksinya.
Oleh sebab itu, tetap fokus, perkuat iman dan pengetahuan kalo perlu kuasai juga ilmu-ilmu hipnosis agar kita tidak gampang ditipu oleh pelaku kejahatan. Dan satu lagi, buat teman-teman yang sedang studi di ilmu IT, hendaknya memberikan edukasi mengenai teknologi informasi terutama dunia maya kepada keluarga atau orang sekitar. Tidak hanya sisi positifnya saja tetapi dari sisi negatifnya juga agar mereka bisa mengerti baik dan buruknya teknologi informasi itu.
Sebelum gue akhiri, ada satu lagi fakta yang mau gue sampaikan :
Biasanya penipuan itu terjadi kepada pengguna provider telepon ternama di Negeri Bedebah ini.
So,
Waspadalah Waspadalah !!
