Monday, 29 August 2016

Tragedi Gempa Padang



Masih ingatkah teman-teman dengan kejadian gempa padang 30 september 2009 ? Gempa yang berkekuatan 7,9 Skala Richter itu memakan korban sebanyak 1.117 orang tewas, 1.214 orang luka berat, 1.688 orang luka ringan. Sedangkan 135.448 rumah rusak berat, 65.380 rumah rusak sedang, & 78.604 rumah rusak ringan.

Aku yang saat itu sedang duduk di kelas 2 di salah satu SMP di Kota Padang juga mengalami kejadian tersebut. Aku merasakan sendiri betapa dahsyatnya gempa itu dibanding gempa-gempa yang pernah mengguncang Kota Padang sebelumnya. Syukur, keluargaku utuh dan nggak ada yang menjadi korban. 

Hanya saja gerobak dagangan bapak yang saat itu sedang mengais rezeki jatuh terguling. Kuah bakso yang ada didalam kaleng seluruhnya tumpah membasahi jalanan komplek. Bakso-bakso bergelindingan dijalan jadi santapan gratis orang-orang. Gerobak dagangan mengalami rusak ringan dibagian samping. Yang terpenting kondisi bapak saat itu baik-baik saja hanya kerugian materi yang kita alami. 

“Nggak apa-apa, uang masih bisa dicari. Terpenting keluarga kita masih utuh.” Ujar Bapak

Yaa, jika diingat-ingat kembali kejadian itu, aku merasa sedih dan menangis. Terlebih lagi sobatku, kiting, rumahnya hangus terbakar karena saat kejadian gempa ibuknya sedang memasak lontong. Guncangan gempa yang begitu keras mengakibatkan periok dan kompor yang apinya masih menyala terbalik dan api cepat menjalar membakar seluruh isi rumah. Aku bersedih dan berduka atas apa yang dilanda oleh kiting. Saat itu Aku hanya mampu memberikan semangat dan secercah harapan kepadanya. Agar tidak berlarut-larut dalam kesedihan. 

Yang telah terjadi biarlah terjadi, terpenting saat ini tatap masa depan yang lebih baik lagi.

Banyak bangunan-bangunan bertingkat yang ambruk dan mengalami rusak berat.  Hotel ambacang ambruk hanya tersisa puing-puing bangunan, balai Kota Padang, gedung bimbingan belajar gamma yang banyak memakan korban anak-anak yang sedang les, LBA LIA Kota Padang juga mengalami rusak berat,dan masih banyak lagi. 

Gedung adira yang berada sekitar 50 meter dari rumah juga ambruk. Naasnya lagi, ketika gempa mengguncang, para pegawai dan petinggi kantor sedang rapat tutup buku. Sehingga banyak juga yang menjadi korban dari reruntuhan gedung tersebut. Ada ibuk-ibuk yang sedang hamil hingga ada juga pengantin baru. Keluarga korban yang langsung mendatangi tempat kejadian terlihat saling berpelukan meluapkan tangisan. Aku yang bukan siapa-siapa mereka juga ikut bersedih betapa Maha Besarnya Sang Pencipta dalam memberikan musibah kepada Kota kami ini. Hanya dalam 5 menit guncangan gempa memberikan efek yang sangat luar bisa.

Sepanjang evakuasi korban reruntuhan bangunan adira, banyak kejadian-kejadian aneh yang dialami oleh BNPB ataupun relawan. Kejadian aneh itu muncul ketika malam hari tiba. Salah satunya disuatu malam salah seorang relawan mendengar suara seorang wanita minta tolong dari balik puing-puing bangunan. Berharap korban tersebut masih hidup, para petugas menelusuri sumber suara tersebut. Namun, anehnya setelah ditelusuri dan mengangkat puing-puing reruntuhan nggak ada satupun tanda-tanda korban yang bisa diselamatkan.

Aneh benar-benar aneh

Malam selanjutnya, tetanggaku, bang roni juga mengalami kejadian serupa. Malam itu dia kencing di belakang mobil yang sedang terparkir dipinggir jalan kompleks. ketika keenakan kencing, bang roni mendengarkan suara aneh seorang wanita meminta tolong dan memanggil-manggil nama seseorang. Sontak bang roni lari terbirit-birit ketakutan mendengar suara itu hingga dia lupa menutup resleting celananya dan mengembalikan si adik ke posisi semula. Jadi adiknya bang roni terjuntai-juntai ke kanan dan ke kiri.

Keesokan harinya, bang roni menceritakan kejadian aneh yang dialaminya semalam. Aku yang menyimak secara seksama ketakutan tapi gelak tawa timbul gara-gara adiknya bang roni terjuntai-juntai itu. Siang itu Aku tertawa puas, Aku nggak percaya yang diceritakan bang roni tersebut. Tapi dibalik gelak tawa itu, Aku sebenarnya menyimpan rasa ketakutan yang melebihi ketakutannya bang roni.

Malam harinya, Aku nggak bisa tidur pulas. Dalam pikiranku masih terngiang-ngiang cerita horor bang roni. Aku takut kalo malam ini, suara hantu itu menghampiriku dan minta tolong. Dengan berbagai usaha dan upaya, akhirnya Aku tertidur.

Jam menunjukkan pukul 02.00 pagi, Aku secara tiba - tiba terbangun dari tidur. Dari luar rumah terdengar anjing tetangga menggonggong, suara ayam berkokok, Aku heran padahal masih jam 2 pagi, angin berhembus kencang. Lalu muncul suara seorang wanita yang sangat lembut sekali meminta tolong dan memanggil nama seseorang

“Tolonggg.... Tolonggg... Aniii.... Tolonggg, Anii.....”


Aku merinding DJ, bulu romaku berdiri tapi adikku masih melemas dari balik kancut, ketakutan mendengar suara horor itu. Aku berusaha menutup kedua telinga dengan kapas, tapi nggak membuahkan hasil. Suara horor wanita itu terus terdengar diiringi suara gonggongan anjing dan ayam berkokok. Suara itu makin lama makin terasa berada di dekatku. Sekujur tubuhku merinding, bulu kuduk berdiri, kali ini adikku ikut-ikutan berdiri. Koq bisa-bisanya ereksi hanya dari suara horor wanita minta tolong.

Aku berupaya membaca surat-surat pendek, berharap suara itu menghilang. Syukur, bukannya menghilang, Aku bisa kembali tertidur pulas. Sampai terbangun lagi di pukul 04.00 pagi menjelang shubuh, suara gonggongan anjing, ayam berkokok, hembusan angin, lalu suara wanita minta tolong sudah nggak terdengar. 

Dalam hati Aku bersyukur.

Suara adzan shubuh berkumandang, Aku bergegas menuju kamar mandi untuk mengambil wudhu menunaikan ibadah Shalat Shubuh. Seusai shalat, Aku menceritakan suara aneh yang ku dengar semalam ke ibuk yang sedang asyik meracik jamu untuk dagangannya.

“Buk, tadi jam 2. Aku denger suara wanita minta tolong. Ibuk dengar juga nggak ?” Tanyaku yang masih ketakutan

“enggak”

Singkat, padat dan sangat-sangat jelas, itulah jawaban yang terlontar dari ibuk. Aku berpikir apa hanya aku yang didatangi suara horor itu ? lalu aku berjalan kembali menuju kamar menghampiri bapak yang masih tergeletak. 

“Pak, pak. Tadi jam 2, Aku denger suara wanita minta tolong. Bapak dengar juga nggak ?” tanyaku

“Nggak. Kamu dengar ? eh hati-hati hlo. Biasanya orang yang sekali didengerin suara horor itu, besok-besok didengerin lagi hlo.” Kata bapak menakutkan 

Bukannya membuat Aku tenang, Bapak malah membuatku semakin ketakutan. 

Hari itu, Aku benar-benar tidak tenang. Dalam pikiranku masih terngiang-ngiang suara wanita minta tolong itu. Aku menjalani hari itu dengan ketakutan. Takut jikalau nanti malam dihampiri lagi suara horor itu.

Malam hari telah tiba, Aku bersiap-siap untuk tidur. Sebelum tidur, aku membaca do’a dan sedikit surat-surat pendek, berharap malam ini aku bisa tertidur pulas dan tidak terjaga di sepertiga malam. Ekspetasi memang nggak sesuai realita. Aku lagi-lagi tersentak di jam 2 pagi, dari luar rumah terdengar suara anjing menggonggong, ayam berkokok, angin berhembus kencang lalu muncul suara seorang lelaki yang juga minta tolong

“Mass... Tolonggg.... Tolonggg... Tolonggg, aku mass...”

Astagfirullah, suara apa lagi ini batinku ketakutan

Setiap malam dalam seminggu terakhir, aku terus dihampiri suara-suara horor menakutkan itu. Dari wanita minta tolong sampai bapak-bapak memanggil nama anaknya. Setiap malam itu juga, Aku terus ketakutan, hari-hari yang aku jalani tidak tenang. Terus dihantui suara horor itu. 

Aku lalu berkonsultasi ke guru agama. Dari curhatan itu, aku diberi tahu untuk membaca ayat kursi setiap akan tidur. Sontak mulai malam ini aku mempraktekkan apa yang diberi tahu oleh guru agama itu. Sayang disayang, Aku masih saja mendengar suara minta tolong itu. Kali ini semakin parah, sepanjang malam Aku nggak bisa tidur. Yang aku alami malam ini ketakutan, ketakutan, dan ketakutan. Sepanjang malam Aku terus mendengarkan suara horor bapak-bapak minta tolong dari luar rumah. Diiringi dengan suara anjing menggonggong, ayam berkokok, dan angin berhembus kencang.

Suara itu berakhir ketika, seluruh puing-puing reruntuhan gedung adira itu diangkut dengan truk dibawa ke daerah air pacah. Kini, suara horor wanita minta tolong nggak lagi terdengar. Hingga Aku dapat kabar kalo warga air pacah sering mendengar suara-suara minta tolong.

Usut punya usut, ternyata faktor suara horor itu bergentayangan karena sisa-sisa darah yang masih menempel di puing-puing bangunan.

Sejak kejadian itupun, Aku nggak berani keluar malam melewati samping bekas gedung adira itu. Jika lewat sana, Aku selalu meminta teman atau Bapak untuk menemani. Jujur Aku memang penakut, Aku takut nanti tiba-tiba sosok hantu menghampiri Aku lalu dia berkata

“Mass... Tolonggg.... Tolonggg... Tolonggg, aku mass...”

Sebarkan pada mereka:

0 comments:

Post a Comment